Make your own free website on Tripod.com

Welcome Visit to Agadide Web

-
Home
-
-
-
-
-
-
-
8
-
-
11
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

Puncak Jaya Dalam Naungan Teror dan Menanti Kematian
 
PUNCAK JAYA- Konflik kekerasan di kabupatan Puncak Jaya sudah memasuki hari yang ke 34, terhitung sejak pasca pembunuhan dua Anggota TNI AD, pada 8 desember tahun lalu. Namun sampai saat ini belum diketahui secara pasti laporan resmi jumlah korban dikalangan rakyat sipil yang terkena dampak operasi militer. Hingga saat ini jalur masuk keluar disejumlah distrik menjadi yang menjadi target operasi pasukan gabungan Indonesia sudah diblokir total oleh militer.
 
Sementara itu pendropan pasukan masih terus dilakukan dengan pesawat Hercules dari Jayapura ke Wamena dan di lajutkan dengan berjalan kaki melalui arah Ibele menuju puncak Jaya. Dari Timika dengan menggunakan helikopter, hingga saat ini jumlah pasukan yang melakukan operasi di Puncaj Jaya sudah mencapai ribuan personil.

Rabu (10/1) pukul 10.00 WP, ELSHAM menerima laporan adanya satu orang tewas ditembak pada 5 Januari lalu, korban bernama Depinus Murib, hingga saat ini belum di ketahui apakah korban itu bersal dari TPN atau rakyat sipil. Korban ditembak di kampung Kumipaga, Distrik Yamo 3 Km arah utara kota Mulia, ibu kota kabupaten Puncak Jaya. sumber ELSHAM menyebutkan militer juga telah membumihangus sejumlah rumah-rumah warga kampung Kumipaga. Operasi militer itu mengakibatkan sedikitnya 4000 orang mengungsi ke hutan-hutan. Sementara itu aktivitas sosial dan pemerintahan masih lumpuh total dan situasai di kota Puncak Jaya masih mencekam, laksana kota mati.

Operasi mliter semacama ini membuka kembali memori tentang berbagai rentetan rekayasa konflik yang pernah terjadi di Puncak Jaya pada Agustua 2004 yang menimbulkan penderitaan, kerugian yang cukup hebat dan berkepanjangan dikalangan warga sipil. Memasuki awal tahun 2007 ketika masyarakat menjelang Pilkada, mata rantai kekerasan baru terjadi lagi di Puncak Jaya.

Fakta dilapangan berbicara bahwa dalam situasi seperti itu rakyat Papua di pegunungan Tengah lebih banyak dibiarkan mati akibat menderita kelaparan kerena kebun-kebun mereka tidak bisa di tanam karena mereka takut berkebun atau bahkan dimusnahkan oleh Militer. Laporan resmi dari pihak Gereja di Puncak Jaya 23 April 2005 lalu menyebutkan, operasi militer sebelumnya telah menyebabkan 53 orang tewas dalam pengusian dihutan. Akibat kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Dan belum terhitung warga yang tewas ditembak selama berlangsungnya operasi militer.

Terlapas dari berbagai kelompok kepentingan yang bermaian dalam skandal menjelang Pilkada di puncak Jaya serta belajar dari pengalaman masa lalu maka untuk menghindari banyak korban yang berjatuhan, ELSHAM mengetuk hati nurani, setiap Individu, Kelompok, Pembisnis, Jurnalis, Diplomat, Pemerintah, Bangsa dan Negara, untuk menolong rakyat sipil yang saat ini dalam naungan terror, dan menanti hari-hari kematiannya akibat kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. @Elsham News Service
 
Pos Kota TPN
Makodap IV

Terimakasih Atas Kunjungan Anda! Amanai.....!!!!