Make your own free website on Tripod.com

Welcome Visit to Agadide Web

-
Home
-
-
-
-
-
-
-
8
-
-
11
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

PM John Howard Kecam Barack Obama


SIDNEY, MINGGU - Perdana Menteri Australia John Howard, Minggu (11/2), mengecam keras bakal kandidat Presiden AS Senator Barack Obama yang menuntut penarikan mundur seluruh pasukan AS dari Irak.

Dalam pandangan Howard, rencana Obama itu akan menimbulkan kekacauan di dunia. Kecaman dari Howard yang juga sekutu setia pemerintahan George W Bush itu muncul setelah Obama mengumumkan secara resmi akan ikut dalam pemilihan presiden 2008.

Sebelumnya, Obama menegaskan, prioritas pertama yang harus dilakukan Pemerintah AS adalah menghentikan perang di Irak. Obama juga mengusulkan aturan atau perundang-undangan yang diharapkan akan bisa menghentikan upaya Presiden George W Bush mengirim pasukan tambahan ke Irak dan memulangkan pasukan paling lambat tanggal 31 Maret 2008.

Pandangan Obama itu dinilai Howard akan memicu perlawanan kelompok-kelompok bersenjata di Irak. "Saya kira dia (Obama) keliru. Saya kira itu hanya akan mendorong pihak-pihak yang ingin menghancurkan Irak semakin menciptakan kekacauan sehingga mereka akan meraih kemenangan," kata Howard kepada stasiun televisi di Australia.

Howard yang rencananya akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu Australia tahun ini mengatakan, jika AS betul-betul menarik pasukan dari Irak pada Maret 2008, sama saja artinya AS kalah perang. Howard yakin hingga Maret 2008 situasi keamanan di Irak tidak akan bisa pulih dan karenanya pasukan AS tidak mungkin bisa keluar.

"Jika AS mengalami kekalahan di Irak, situasi Palestina juga pasti akan kacau. Konflik hebat antara Syiah dan Sunni di seluruh Timur Tengah, Arab Saudi, dan juga Jordania pasti akan terjadi. Al Qaeda akan mengklaim kondisi itu sebagai kemenangan terbesar yang pernah mereka raih. Seluruh dunia akan terpengaruh karena adanya hubungan di antara Al Qaeda dengan Jemaah Islamiyah (JI)," kata Howard yang berjanji akan segera menarik pulang pasukan Australia dari Irak jika dia terpilih kembali sebagai PM Australia untuk kelima kalinya.

Kecam balik Howard

Menanggapi kecaman Howard, juru bicara Obama, Robert Gibbs, mengatakan, pernyataan Howard sangat tidak tepat. Sejak AS menginvasi Irak, AS telah mengorbankan lebih dari 3.000 tentara dan juga telah menghamburkan 400 miliar dollar AS tanpa hasil. Bahkan AS kini terjebak di tengah-tengah perang saudara. "Kalangan Republik pun sependapat situasi itu hanya akan memancing lebih banyak teroris ke Irak dan akhirnya membuat negara kita terancam," ujarnya.

Gibbs justru balik mengecam Howard. "Jika Howard benar-benar percaya dengan apa yang dia katakan, akan lebih baik bila negaranya memberi kontribusi lebih banyak tentara sehingga sebagian tentara AS bisa pulang. Mudah saja bicara jika bukan negara atau pasukannya yang berkorban," ujarnya.

Di Baghdad, sedikitnya 15 orang tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di dekat pos polisi Ad-Dawr, Minggu. Bom yang disembunyikan di dalam truk yang mengantar pangan ternak itu juga melukai 25 orang. Insiden terjadi satu hari setelah Jenderal David Petraeus secara resmi ditetapkan menjadi penanggung jawab pasukan AS di Irak. "Situasi di Irak sangat menantang. Risiko yang ada juga sangat besar. Jalan yang akan kita tempuh amat berat," kata Petraeus yang berasal dari pasukan payung dan menyandang gelar doktor bidang hubungan internasional, Jumat.

Ketika ditanya tentang rencana AS yang baru, PM Irak Nuri al-Maliki menyebutkan operasi militer itu akan bersifat komprehensif. (AFP/AP/LUK)

Terimakasih Atas Kunjungan Anda! Amanai.....!!!!